Kasus Covid Meningkat, Uji Coba PTM di Kota Bogor Ditunda

Kasus Covid Meningkat, Uji Coba PTM di Kota Bogor Ditunda

Selasa 15 Jun 2021 16:42 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Bayu Hermawan

Uji coba pembelajaran tatap muka di Kota Bogor ditunda karena meningkatnya Covid

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bogor ditunda sementara. Simulasi PTM yang telah digelar sejak 31 Mei 2021 itu ditunda lantaran angka penambahan kasus Covid-19 di Kota Hujan pada pekan ini meningkat sebesar 51 persen.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menegaskan proses yang dihentikan merupakan simulasi dari PTM. Keputusan tersebut sudah disampaikan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor untuk disampaikan kepada sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP yang pada dua pekan ini telah menggelar simulasi PTM.

“Simulasi PTM ditutup dulu, ditunda dulu, di-setop dulu. Kami memutuskan hentikan dulu simulasinya, tapi tatap mukanya masih belum kita pastikan. Proses simulasinya yang sedang kita matikan dulu, mulai minggu ini juga,” kata Bima Arya ketika ditemui Republika.co.id di Balai Kota Bogor, Selasa (15/6).

Meski demikian, Bima Arya mengaku belum mengetahui kabar mengenai PTM yang akan digelar serentak se-Indonesia pada Juli mendatang. “Paling tidak sekarang itu dulu diumunkan, PTM untuk Juli belum tahu. Yang pasti simulasinya ditutup dulu saja,” tegasnya.

Bima Arya menjelaskan, dihentikannya simulasi PTM berdasarkan pertimbangan angka kasus Covid-19 yang meningkat pada pekan ini. Sehingga, dia mengimbau masyarakat untuk terus berhati-hati. Apalagi, dikhawatirkan terdapat klaster baru setelah munculnya klaster perumahan dan klaster pondok pesantren.

Di samping itu, sambung dia, Satgas Covid-19 Kota Bogor juga akan melakukan pembatasan terhadap mobilitas warga. Dimana nantinya akan ada langkah-langkah yang akan diterapkan oleh Polresra Bogor Kota.

“Kita masih harus lebih berhati-hati lagi, jangan sampai muncul klaster-klaster baru. Kira masih cek lagi semua data, tapi paling tidak kita ingin mengurangi lagi mobilitas warga. Ada langkah-langkah dari kepolisian, nanti Pak Kapolres akan umumkan itu,” katanya. Dia menambahkan, sejauh ini simulasi PTM di Kota Bogor berjalan dengan lancar. Dimana Satgas Covid-19 Kota Bogor tidak menemukan adanya laporan atau keluhan.

Sebab, dia menuturkan, lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bogor pada beberapa pekan ke belakang paling banyak terjadi akibat dari luar kota. Serta kerumunan yang ada di dalam kota. “Kalau laporan dari kegiatan tatap muka belum ada. Kecuali pesantren yang kemarin,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno memaparkan, di Kota Bogor terjadi peningkatan pada penambahan kasus Covid-19 sebesar 51,3 persen.

“Penambahan kasus positif baru minggu ini naik dibandingkan minggu lalu, yakni dari 277 kasus sebesar 46,5 persen naik menjadi 419 kasus yakni sebesar 51,3 persen,” jelasnya.

Retno menyebutkan, angka penambahan kasus Covid-19 tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor. Termasuk banyaknya kasus yang membuat tracing terus bertambah. Namun, sejauh ini klaster yang mendominasi masih klaster keluarga dan luar kota.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menambahkan, berdasarkan rapat forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), terdapat peningkatan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 pada remaja usia di bawah 19 tahun. 

“Dari 14 persen, sekarang sudah mencapai lebih dari 23 persen dari keseluruhan. Nah salah satu yang harus diantisipasi adalah, pertama pelaksanaan kegiatan di pondok pesantren dimana pondok pesantren menerima santri dari pelosok Indonesia,” jelasnya. Yang kedua, sambung Dedie, diputuskan uji coba atau simulasi PTM ditunda sampai kondisi benar-benar aman. Apalagi, bed occupancy rate (BOR) di Kota Bogor juga meningkat hingga di atas angka 40 persen.

“Yang lebih besar lagi upaya kita adalah melakukan langkah-langkah pencegahan yang lebih masif antara lain khusus kegiatan-kegiatan di masyarakat di batasi. Mobilitas publik di kontrol secara cepat. Termasuk penyelenggaran PTM kita tunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.

SUMBER  : https://www.republika.co.id/berita/quqlne354/kasus-covid-meningkat-uji-coba-ptm-di-kota-bogor-ditunda

Apa Itu Satelit dan Fungsinya untuk Bumi

Apa Itu Satelit dan Fungsinya untuk Bumi

Penulis : Nadia Faradiba | Editor : Nadia Faradiba

KOMPAS.com – Satelit adalah bulan, planet, atau mesin yang mengorbit mengelilingi planet atau bintang. Contohnya, bulan adalah satelit bumi karena bulan mengorbit mengelilingi bumi. Bumi, sebagai planet, juga merupakan satelit karena bergerak mengorbit mengelilingi matahari. Satelit ada dua macam, satelit alami dan satelit buatan manusia. Contoh satelit alami adalah bumi dan bulan. Sedangkan satelit buatan manusia adalah yang diluncurkan oleh manusia dengan berbagai tujuan. Satelit buatan manusia bisa mengorbit mengelilingi Bumi karena ada keseimbangan dengan gaya gravitasi Bumi. Masing-masing satelit memiliki jalur orbitnya masing-masing sesuai dengan tujuan dan fungsi masing-masing satelit. Satelit buatan manusia pertama kali dibuat pada tahun 1957 oleh Rusia. Nama satelit ini adalah Sputnik 1. Sedangkan satelit pertama buatan Amerika Serikat diluncurkan pada tahun 1958 dengan nama Explorer 1.

Ternyata satelit memiliki fungsi yang penting bagi kehidupan manusia. Dilansir dari NASA, berikut adalah fungsi dari satelit bagian kehidupan manusia.

Melihat lebih jauh gambaran bumi

Satelit mampu terbang jauh di atas permukaan bumi. Jadi satelit mampu melihat gambaran Bumi dengan lebih luas untuk memahami lebih jauh tentang Bumi. Satelit mampu terbang tinggi melalui awan dan molekul yang terdapat pada atmosfer.

Melalui satelit, NASA mampu mempelajari awan, daratan, lautan, dan es di kutub Bumi. Satelit juga mampu mengumpulkan informasi mengenai gas apa saja yang terkandung di dalam atmosfer, seperti karbon dioksida.

Informasi ini sangat bermanfaat dan membantu peneliti untuk memprediksi cuaca dan iklim. Ini akan membantu petugas terkait untuk mempersiapkan bencana alam yang mungkin terjadi. Lebih jauh lagi, informasi ini akan bermanfaat untuk petani untuk memperkirakan kapan waktu tanam dan panen yang tepat. Selain itu, satelit juga bisa menangkap gambar dunia di luar angkasa seperti gambar planet lain, bintang, dan benda langit lainnya. Melalui informasi dari satelit, NASA bisa mengetahui jika ada tanda-tanda kehidupan di planer lain seperti Mars dan Venus.

Komunikasi

Satelit memiliki fungsi untuk meneruskan sinyal komunikasi telepon serta sinyal tayangan televisi di seluruh dunia. Sebelum adanya satelit, sinyal televisi dan komunikasi hanya bisa diteruskan lurus, bahkan tidak bisa melewati gedung-gedung tinggi. Namun, sejak ada satelit, menonton televisi dari belahan Bumi yang lain dan berkomunikasi dengan orang yang sangat jauh sekalipun menjadi mungkin.

Menentukan lokasi

Terdapat lebih dari 20 satelit yang tergabung dalam Global Positioning System (GPS). Satelit akan membantu menentukan lokasi Anda berada melalui penerima sinyal GPS, seperti yang ada pada ponsel Anda. Itu dia fungsi satelit untuk kehidupan Bumi. Anda tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai satelit?

Sumber : https://www.kompas.com/sains/read/2021/06/04/100200123/apa-itu-satelit-dan-fungsinya-untuk-bumi

Kemendikbud Tiadakan Ujian Nasional 2021

Kemendikbud Tiadakan Ujian Nasional 2021

Jakarta, Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk meniadakan ujian nasional (UN) dan ujian kesetaraan di tahun 2021. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). SE tersebut ditandatangani Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pada 1 Februari 2021 dan ditujukan kepada gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia.

Dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tercantum keputusan meniadakan UN dan ujian kesetaraan tersebut berkenaan dengan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat sehingga perlu dilakukan langkah responsif yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan lahir dan batin peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Dengan ditiadakannya UN dan ujian kesetaraan tahun 2021, maka UN dan ujian kesetaraan tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sementara itu ada tiga hal yang menjadi persyaratan kelulusan peserta didik dari satuan/program pendidikan. Pertama, peserta didik menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemic Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester. Kedua, peserta didik memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik. Ketiga, mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan Pendidikan.

Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan (ujian sekolah) sebagai penentu kelulusan peserta didik bisa dilaksanakan dalam bentuk portofolio, penugasan, tes luring atau daring, dan/atau bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, misalnya penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya.

Ketentuan tersebut berlaku juga untuk ujian sekolah yang berfungsi sebagai ujian kenaikan kelas. Sekolah dapat menyelenggarakan ujian akhir semester yang dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

Kemudian khusus untuk jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK), peserta didik SMK dapat mengikuti uji kompetensi keahlian (UKK) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Semua ketentuan dalam SE tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. (Desliana Maulipaksi)

Sumber :  https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/02/kemendikbud-tiadakan-ujian-nasional-2021